KEPUTUSAN ARAH SAKILA (Hasil Wawancara)
Tanggal: 16 September 2026 ยท Narasumber: Sakidi (Pemilik)
Status: KEPUTUSAN RESMI โ dibaca semua agent/Lead Architect sebelum kerja.
Ringkasan satu kalimat
SAKILA bertransformasi dari "aplikasi wakaf Al-Qur'an Braille" menjadi core platform ERP
multi-tenant yang dipakai banyak lembaga; wakaf braille turun jadi salah satu modul.
8 Keputusan
-
Dua PRD sama-sama valid.
-PRD V6.0 Enterprise= arah masa depan (Sakila jadi core ERP umum).
-PRD V5.2= spesifikasi detail backend/mobile yang berlaku SEKARANG.
- Kalau dua-duanya bentrok, tanya dulu (sesuai PRD ยง00 Source of Truth). -
Wakaf Al-Qur'an Braille = salah satu modul, bukan produk utama.
- Awalnya Sakila khusus wakaf braille. Sekarang wakaf braille jadi add-on modular. -
Client = lembaga/organisasi lain (yayasan, LSM) yang pakai Sakila terpisah.
- Cabang internal boleh punya program lebih ramping dari pusat. -
Model bisnis: freemium SaaS + white-label.
- Core gratis, fitur premium berbayar.
- White-label: jual "aplikasi + brand sendiri" ke lembaga lain.
- HARAM mengambil persen dari donasi/wakaf. Untung dari langganan sistem,
bukan dari dana umat. (Prinsip sosial-bisnis pemilik.) -
Perlu sistem paket/langganan sejak awal (free vs premium, fitur terkunci per tenant).
-
Aplikasi: web + mobile, dua-duanya wajib.
- Web = admin/backoffice (ramah screen reader).
- Mobile Flutter = lapangan/donatur/petugas (tidak perlu ingat link).
- API backend = sumber tunggal dipakai dua-duanya. -
Integrasi (Safira AI, WhatsApp) = BYOK per lembaga.
- Tiap lembaga punya integrasi/API-key sendiri.
- Dua opsi: dibantu pembuatannya, atau mandiri.
- Jika memungkinkan, dibuat sistem onboarding otomatis. -
Multitenancy: database terpisah per lembaga (isolasi penuh).
- Tiap lembaga daftar โ sistem bikin database sendiri.
- Aman, mudah di-backup terpisah, tidak campur data antar-lembaga.
Implikasi teknis (untuk tim)
- Perlu migrasi dari single-tenant (sekarang) ke multi-tenant database-per-tenant.
- Ini arah arsitektur, BUKAN pekerjaan besok. Dikerjakan bertahap sesuai roadmap.
- Jangan hardcode "wakaf" atau "braille" di core โ semua jadi modul plug-in.
- Modul harus bisa dipilih per lembaga.
Catatan pemilik (Sakidi)
- Tunanetra, pakai screen reader. Semua UI/web wajib aksesibel.
- Tidak mau menanggung risiko biaya integrasi yang belum jelas keuntungannya โ BYOK.